STRATEGI EFEKTIF MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI PENUH CINTA – DAY 3

Oleh: Eko Jalu Santoso
Blog : http://www.ekojalus.com

FORMULA MEMBANGUN KARAKTER PRIBADI PENUH CINTA

Setiap individu yang lahir di dunia ini sebenarnya telah memiliki “seed of
greateness” atau benih keagungan cinta dalam dirinya. Karena cinta merupakan
pesan agung Allah kepada setiap individu pada saat proses penciptaan
makhluk-Nya. Benih cinta itu sudah “built in” di dalam diri setiap manusia
sejak awal dilahirkan di dunia ini. Namun mengapa kenyataannya dalam hidup
ini banyak orang yang hatinya dijauhkan dari rasa cinta ? Mengapa banyak
kita temukan orang-orang yang hatinya dipenuhi kebenciaan, perasaan dendam,
rasa iri dan dengki dalam hidupnya ?

Meskipun benih cinta sudah “built in” di dalam hati setiap manusia, untuk
dapat tumbuh subur dan berkembang dalam kehidupan masih diperlukan adanya
perawatan, pemeliharaan dan penyiraman. Seperti halnya benih tanaman, kalau
dipelihara dengan baik, maka benih cinta ini ini akan tumbuh dan berkembang
dalam hati setiap manusia. Dengan selalu disirami dan dipupuk setiap hari,
maka benih cinta dan kasih sayang akan semakin bersemi dan harum bunga cinta
bisa dirasakan dalam kehidupan ini. Namun sebaliknya, kalau benih cinta ini
dibiarkan tanpa dirawat dan diarahkan sesuai kehendak cinta, maka akan layu
dan tidak berkembang lagi dalam kehidupan.

Ketika kita mempelajari sejarah kehidupan para guru besar kebijaksanaan,
para pelopor kehidupan, seperti Muhammad SAW, Budha Gautama, Mahadma Gandhi,
Bunda Theresa dan lainnya, mereka semua memiliki hati yang dipenuhi dengan
cinta yang agung dalam dirinya. Mengapa mereka bisa memiliki cinta yang
agung ? Karena mereka memahami benih cinta yang ada dalam dirinya, kemudian
mengarahkan kehendak cinta dalam hatinya untuk bangkit dan berkembang
secara maksimal menjadi keagungan dalam dirinya. Sesungguhnya mereka tidak
lebih hanya memelihara, merawat dan menyirami bunga cinta yang ditanamkan
Allah dalam hatinya, sehingga bunga cinta ini tumbuh subur mengeluarkan
harum semerbak wangi bagi kehidupan.

Kehidupan sudah membuktikan bagaimana pribadi-pribadi yang penuh cinta dan
kasih sayang menjadi pribadi unggul dalam memenangkan hidup ini. Mereka
adalah sosok pribadi yang hatinya dipenuhi cinta dan kasih sayang. Bukan
hanya cinta antara dua manusia sebagai kekasih, namun memiliki cinta dalam
arti yang luas dalam berbagai bidang kehidupan. Kehidupan sudah membuktikan
membuka lebar kedua tangannya, menyambut hangat kehadiran manusia-manusia
yang merawat bunga cinta dengan tulus dalam hatinya. Bahkan alam dan
kehidupan memberikan semua kenikmatan, rejeki, kedamaian, kebahagiaan,
kesuksesan dan kedudukan yang tinggi bagi mereka yang memiliki karakter
pribadi penuh cinta.

Manusia yang hidupnya dipenuhi dengan cinta yang agung dalam hatinya,
bagaikan mata air motivasi bagi dirinya dan bagi kehidupan umat manusia.
Setiap kehadirannya memberikan keharuman dan dorongan kebaikan bagi sesama
kehidupan. Karakter seperti inilah yang dapat kita temukan dalam pribadi
para pemimpin besar kehidupan di dunia ini. Karakter seperti ini pula yang
ditunjukkan oleh Rasulullah SAW, pribadi yang penuh dengan kelemahlembutan,
kesabaran, kesyukuran, keikhlasan, ketawakalan dan kecintaannya yang sangat
mendalam, menghiasi setiap perilaku lahir dan batinnya. Segala sesuatu yang
dijalankannya penuh dengan keselarasan hidup dalam keikhlasan mengharap
ridha-Nya. Karena perilaku kehidupannya sangat dipengaruhi oleh kesadaran
akan posisi dirinya, sebagaimana fitrah manusia menjadi hamba (abdi) Allah
SWT. Pribadi seperti inilah yang mampu mengubah wajah dunia.

Membentuk karakter pribadi seseorang memang tidak semudah membalikan telapak
tangan. Tidak cukup dengan hanya mengikuti pelatihan satu hari, dengan
membaca buku-buku motivasi atau mendengarkan ceramah saja. Meskipun manusia
telah memiliki bahan dasar yang sama, yakni adanya benih cinta dalam
dirinya, namun kalau tidak diolah dengan benar, ditumbuhkan dengan baik
melalui formula kebiasaan yang benar, maka benih itu tidak akan menghasilkan
buah yang sama. Maka tidak heran begitu banyak ragam manusia dengan karakter
pribadi ada yang penuh cinta, tetapi banyak juga yang seakan tidak memiliki
rasa cinta dan dikuasai kebenciaan dalam hatinya.

Karena itu tidaklah cukup hanya dengan memiliki sumber alamiah yang telah
“built in” dalam tubuh dan jiwa kita, kemudian membiarkannya saja. Harus ada
formula membangun kebiasaan agar menghasilkan karakter sesuai kehendak cinta
dalam jiwa kita. Diperlukan sebuah pembiasaan yang dilakukan secara nyata,
melalui tindakan yang konsisten dan berkesinambungan. Sebagaimana yang
diungkapkan oleh Steven R. Covey penulis buku terkenal The 8th Habits, bahwa
metode pembentukan karakter, merupakan sebuah seruan: “Taburlah gagasan,
petiklah perbuatan. Taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan. Taburlah
kebiasaan, petiklah karakter. Taburlah karakter, petiklah hasil”.

Bagaimana mengarahkan kehendak cinta secara maksimal agar bangkit dan
berkembang dalam diri kita ? Bagaimana membangun formula kebiasaan sehingga
menghasilkan karakter pribadi kita menjadi pribadi yang penuh cinta ? Inilah
beberapa tips yang bisa Anda jadikan kebiasaan untuk membentuk karakter
pribadi Anda menjadi pribadi penuh cinta. Mulailah dengan langkah-langkah
sederhana ini dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten dan
berkesinambungan, maka Anda akan memetik karakter pribadi penuh cinta.

1. MENGHARGAI NILAI-NILAI DALAM DIRI

Memiliki penghargaan dan kekaguman akan nilai-nilai dalam diri adalah awal
yang indah dalam memulai menumbuhkan cinta dalam diri dan cinta dengan
kehidupan kita sepenuh hati. Dengan menghargai nilai-nilai dalam diri,
artinya kita akan mencintai diri sendiri dan dapat menghargai setiap
kehidupan yang kita jalankan. Setiap individu memiliki nilai-nilai yang
sangat berharga dalam dirinya. Memiliki keyakinan terhadap nilai diri ini
adalah permulaan yang indah bagi pertumbuhan cinta yang indah dalam hati
kita. Tanamkanlah kesadaran akan betapa berharganya diri kita dalam
kehidupan ini agar kita dapat mencintai diri sendiri.

Kalau kita tidak bisa mencintai diri sendiri, tidak akan mungkin kita
dicintai orang lain. Jika kita tidak mencintai kehidupan kita sendiri, tidak
akan mungkin kita mencintai kehidupan orang lain. Karena orang yang bisa
memberi adalah orang yang memiliki. Orang yang bisa mencintai diri sendiri
berarti memiliki cinta dalam dirinya, sehingga dapat berbagi cinta dengan
orang lain. Dengan berbagi cinta dengan orang lain, kita akan mendapatkan
kembali dukungan cinta dari orang lain. Dukungan cinta dari orang-orang
disekitar kita inilah yang menjadi salah satu modal kesuksesan dan
kebahagiaan hidup kita.

Kalau ingin melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan, kedamaian,
persahabatan dan cinta dari diri kita, mulailah dengan memberikan diri
sendiri kebahagiaan, kedamaian, persahabatan dan cinta. Kalau ingin dihargai
dan dicintai oleh orang lain, mulailah dengan menghargai diri sendiri dan
mencintai diri sendiri.

Mungkin saja kita pernah mengalami kekecewaan-kekecewaan dalam hidup ini.
Namun berusahalah untuk tidak pernah membenci kehidupan kita sendiri,
seberapa besarpun kegagalan maupun kekecewaan hidup yang pernah kita alami.
Dengan mencintai diri sendiri, kita akan dapat mencintai orang lain, pada
akhirnya kita akan dicintai orang lain. Dengan mencintai kehidupan kita
sendiri, kita akan dapat mencintai setiap apa yang kita lakukan dalam hidup
ini, pada akhirnya kehidupan akan memberikan cinta dan kebahagiaan kepada
diri kita. Dengan mencintai setiap apa yang kita lakukan, kita akan
menjalankan hidup ini dengan penuh komitmen, disiplin tinggi dan
tanggungjawab. Inilah modal awal bagi kesuksesan dan kebahagian hidup ini.

2. KEYAKINAN PADA NILAI POSITIF

Dalam hidup, setiap orang akan bertemu dengan berbagai ragam manusia yang
memiliki tabiat, watak, perilaku dan keistimewaan sendiri-sendiri. Ada yang
memiliki semerbak harum wangi prestasi moral kehidupan. Ada yang memiliki
ketinggian hati dan keluhuran jiwa yang mempesona setiap orang yang bertemu
dengannya. Ada yang memiliki keunggulan perilaku dan sikap yang menyenangkan
dan positif. Bertemu dengan orang-orang seperti ini akan sangat mudah bagi
kita untuk mencintai dan berbagi cinta dengannya. Tidak akan ada kesulitan
bagi kita untuk berbagi cinta dan mengembangkan hidup penuh cinta dengan
orang seperti ini.

Namun kehidupan juga menghadirkan orang-orang yang memiliki watak, perilaku
dan sikap yang jauh dari kebaikan sehingga tidak menimbulkan motivasi bagi
kita untuk mencintainya. Kehidupan seringkali mempertemukan kita dengan
orang-orang yang yang memiliki tabiat dan perilaku yang buruk, sikap
negatif, moral dan kepribadian yang kurang terpuji, bahkan terkadang sikap
yang menyakiti hati kita. Bertemu dengan orangt-orang dengan watak seperti
ini untuk mengenalnya saja terkadang malas, apalagi kalau harus berbagi
cinta dengannya. Merupakan hal yang tidak mudah bagi kita untuk dapat
mengembangkan hidup penuh cinta dengan orang-orang seperti ini.

Dalam berhadapan dengan orang-orang seperti ini, letakkanlah diri kita pada
sikap yang positif dan toleransi tinggi. Berusahalah menempatkan hati, jiwa
dan pikiran kita pada keyakinan positif bahwa setiap individu pasti memiliki
kelebihan dan nilai sisi positif yang ada pada dirinya. Pandanglah dengan
keyakinan positif bahwa setiap orang memiliki sisi baik dan kelebihan
masing-masing. Meskipun mereka mungkin banyak memiliki sisi negatif dan
perilaku yang kurang terpuji, tetapi milikilah keyakininan sekecil apapun
pasti ada sisi positif dan kelebihannya.

Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak “fulfilling propechy” atau
dampak ramalan yang tergenapi, baik itu positif maupun negatif. Kalau kita
memenuhi pikiran kita dengan sesuatu yang positif, maka hal-hal positif
itulah yang akan kita terima pula. Maka dalam berhubungan dengan orang
seperti ini, berusahalah untuk tidak mengingat-ingat sisi negatif dan
keburukan-keburukan mereka. Pusatkan saja pikiran dan perhatian kita dengan
selalu mengingat sisi baiknya, meskipun sekecil apapun kebaikannya.
Bayangkan bagaimana dampaknya yang sangat besar bila kita selalu memiliki
keyakinan positif dan toleransi seperti ini. Kita tidak akan pernah memiliki
prasangka yang negatif dan buruk terhadap orang lain. Kehidupan kita akan
dipenuhi perasaan tenang, damai, cinta, sikap yang toleran dan penghormatan
dari diri kita akan sisi positif dan kebaikan orang lain. Orang lain akan
mengenang sikap dan kebaikan kita, sehingga menghormati kita sebagai teman,
sahabat ataupun dalam hubungan lainnya.

(Bersambung………..Day 4)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: